Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi peningkatan
tekanan darah secara kronis atau melebihi 140/90 mmHg. Kondisi ini bisa
disebabkan oleh berbagai faktor, bahkan yang tidak Anda duga sekalipun. Baru-baru ini sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation menemukan bahwa pola makan yang mengandung
garam tinggi selama beberapa tahun merupakan salah satu faktor yang
dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko tekanan darah
tinggi.
Kesimpulan ini didapatkan setelah peneliti melibatkan
5.556 orang yang tidak memiliki tekanan darah tinggi dan mengukur
konsentrasi garam di dalam darahnya. Setelah tujuh tahun, partisipan
dengan kadar sodium dalam darah yang tertinggi, akibat pola makan yang
mengandung garam tinggi, 21 persen lebih cenderung memiliki tekanan
darah tinggi daripada partisipan yang kadar garamnya paling rendah.Namun
pola makan tinggi garam bukanlah satu-satunya hal yang menyebabkan
tekanan darah Anda meninggi. Faktanya, menurut laporan dari Institute of
Medicine, pola makan tinggi garam dipercaya hanya bertanggung jawab
terhadap 20-40 persen seluruh kasus tekanan darah tinggi di Amerika
Serikat.
Untuk melindungi jantung Anda dari pola makan
tinggi garam, simak juga 4 penyebab utama tekanan darah tinggi lainnya
seperti dikutip dari menshealth, Jumat (13/7/2012) berikut ini:
1. Jadwal Padat yang Bikin Stres
Stres
kronis seperti yang Anda alami saat bekerja setiap hari mulai jam 9
pagi hingga 5 sore dapat meningkatkan tekanan darah Anda secara
signifikan, ujar Eric Topol, MD. Untuk mengatasinya, minumlah segelas
susu.
Hal ini karena stres menurunkan kadar serotonin yang
berfungsi membuat tubuh Anda tetap tenang dan kalem sedangkan susu
mengandung protein whey. Menurut peneliti dari Belanda, protein whey
dapat membantu mendorong triptofan, salah satu komposisi dari serotonin
hingga 43 persen.
2. Berat Badan Berlebih
Berat
badan Anda merupakan kontributor terbesar dari tekanan darah tinggi.
Namun kondisi ini bisa berbeda dari satu orang ke orang lainnya, terang
Dr. Topol. "Beberapa orang dapat menjadi sangat gemuk namun tekanan
darahnya normal, sedangkan ada juga orang yang ketika berat badannya
naik sedikit tahu-tahu tekanan darahnya sudah meningkat tajam,"
lanjutnya.
Untuk mengatasinya, kurangi asupan makanan olahan dan
sediakan buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, biji-bijian serta
protein seperti ikan dan daging.
"Tubuh Anda membutuhkan 10 kali
energi lebih banyak untuk mencerna satu gram protein daripada satu gram
lemak. Jadi Anda akan membakar kalori lebih banyak hanya dengan makan
lebih banyak makanan berprotein," ujar Alan Aragon, MS, seorang pakar
gizi.
Ada juga cara lain yang direkomendasikan sebuah penelitian
di Australia. Studi ini menemukan bahwa penderita tekanan darah tinggi
yang memperoleh 8 persen kalori hariannya dari roti, kentang, sereal
atau pasta dengan daging merah tanpa lemak mengalami penurunan tekanan
darah sistolik sebesar 4 poin hanya dalam 8 minggu.
3. Gen
Faktor
genetik tentu saja memainkan peranan utama terhadap kondisi tekanan
darah Anda, namun hal itu bukan berarti Anda akan mengalaminya jika
orangtua Anda memiliki tekanan darah tinggi. Bahkan jika Anda terbebani
oleh faktor genetik semacam itu, Anda masih bisa mengesampingkannya
dengan gaya hidup aktif, saran Dr. Topo.
Sebuah studi terhadap
6.000 orang yang memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi
terbukti belum tentu mengalaminya sendiri. Setelah lima tahun, studi
tersebut menunjukkan bahwa partisipan yang suka berjalan kaki sedikitnya
150 menit setiap minggunya berisiko 34 persen lebih rendah mengidap
suatu penyakit dibandingkan partisipan yang gaya hidupnya pasif.
4. Kurang Olahraga
Kurangnya
aktivitas tidak hanya berkontribusi terhadap melebarnya lingkar
pinggang, tetapi juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi Anda.
Untuk mengatasinya, datangi gym atau pusat kebugaran lainnya untuk
berolahraga atau bisa juga dengan melakukan aerobik secara rutin, saran
Dr. Topol.
Faktanya, American Heart Association merekomendasikan
aktivitas fisik intens selama 30 menit atau lebih sedikitnya lima hari
dalam seminggu. Alasannya, aktivitas fisik rutin dapat membuka pembuluh
darah Anda agar menjaga tekanan dalam pembuluh darah Anda tetap pada
level yang normal.
Sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar